Yahya Muchlis
A cordial smile
is all it takes
and everyone
will believe that
you are a kind person.
(Well, kinda.)
Ia adalah satu dari sekian insan tanah pertiwi dengan kata Yahya dan Muchlis di akte kelahirannya.
Lahir pada 11 November namun bukan 1991 melainkan 1999, ia memperdengarkan tangisan pertamanya di sebuah rumah sakit strata rendah di kota Malang.
Rambut klimis nan lepek.
Mata sayu.
Ekspresi datar.
Bahu agak turun.
Senyum? Apa itu?
(Tidak, tidak. Itu candaan semata.)
(Visualisasi: Kunimi Akira – Haikyuu!!)
Di balik tampang yang persis ujaran hidup segan, mati tak mau, sesungguhnya ia adalah INTP garis keras.
| (+) | (-) |
|---|---|
| cermat | mudah marah |
| kreatif | mudah mengantuk |
| pendengar yang baik | tidak sabaran |
mengobservasi dalam diamberkomentar pedasberkata 'tidak' tanpa kata (dengan bantuan tatapan mata seperti ikan mati)
akan ditambahkan nanti
Namanya Kurnia, namun Yahya selalu memanggilnya dengan Nia. Seperti namanya, remaja tanggung satu ini tampak manis meski sesungguhnya ia berkromosom seks XY.
Siapa dirinya, kau bertanya? Nia adalah... sebut saja orang paling berharga di hidupnya sejauh ini, meski cuma Yahya yang bisa berkomunikasi dengannya.
| Disukai | Tidak Disukai |
|---|---|
| biterballen | foie gras |
| rumput pagi hari | hutan lebat |
| suasana damai | suasana ramai |
| dark chocolate | white chocolate |
Sebongkah permen karamel asin dapat menghalau bad mood yang ia rasakan.Tingkat kerajinannya fluktuatif, namun dapat dipastikan akan menurun drastis menjelang musim ujian.Ia dapat mendengar cuitan burung yang hanya bisa didengar olehnya dan orang-orang terpilih lain. Bunda pernah bercerita bahwa itu adalah hadiah dari leluhurnya dan bahwa burung-burung yang mengiringi langkahnya akan senantiasa, atas seizin Tuhan, melindunginya dari marabahaya.
Hmm...
Sudah sampai sini. Kuat juga kalian membaca—atau malah terlalu penasaran?

